Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah lahirnya dasar negara, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat penanaman nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda sejak usia dini.

Pengamat pendidikan sekaligus dosen Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi, Adjat Wiratma, menilai bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dimulai sejak anak berada pada masa emas pertumbuhan dan perkembangan.

“Usia dini merupakan periode yang sangat penting dalam pembentukan karakter. Nilai-nilai Pancasila sebaiknya tidak dikenalkan ketika anak sudah remaja, tetapi ditanamkan sejak kecil melalui kebiasaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Adjat dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

Menurut Adjat, penanaman nilai Pancasila kepada anak-anak tidak harus dilakukan melalui hafalan semata. Yang lebih penting adalah menghadirkan pengalaman nyata yang mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka.

Nilai gotong royong, misalnya, dapat diajarkan melalui kegiatan bermain bersama dan saling membantu teman. Sikap menghormati perbedaan dapat dikenalkan dengan mengajarkan anak untuk menghargai teman yang memiliki latar belakang berbeda. Sementara nilai kejujuran dan tanggung jawab dapat dibiasakan melalui aktivitas sederhana di rumah maupun sekolah.

“Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Karena itu, orang tua dan guru harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, Adjat menilai pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi semakin penting. Generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai pengaruh yang datang dari luar, sehingga membutuhkan fondasi nilai yang kuat agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Menurut dia, peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga nilai-nilai kebangsaan tidak hanya berada di tangan sekolah, melainkan juga keluarga dan masyarakat.

“Pancasila harus hidup dalam keseharian anak-anak. Ketika mereka terbiasa berbagi, menghormati orang lain, bersikap jujur, dan peduli terhadap sesama, sesungguhnya mereka sedang mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tutur Adjat.

Ia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini. Sebab, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang.

“Jika nilai-nilai Pancasila berhasil ditanamkan sejak dini, kita tidak hanya membentuk anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, berakhlak baik, dan mencintai bangsanya,” kata Adjat.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *